Tadi
26 Desember 2014 adalah malam hari yang unik bagiku. Dia yang pernah kutemui ternyata
dipertemukan lagi. denganku. Epicentrum XXI Kuningan. 19;00 WIB
premier #AssalamualaikumBeijing the movie.Film yang di adaptasi dari sebuah Novel Fenomenal karya bunda +Asma Nadia
Seperti biasa, setiap kali aku memasuki tempat atau daerah yang belum
pernah sekalipun aku kunjungi, yang masih cukup asing bagiku, aku pasti akan
merasa aneh, canggung, plus bingung, entah disebut
apa fobia yang satu ini.. Tapi kenyataanya, aku memang bertemu dengan begitu
banyak orang, tentunya orang-orang yang masih asing bagiku. Aku seperti
terlempar
ke dunia antah berantah, atau akulah yang berasal dari dunia antah
berantah itu.
Aku seperti menemukan cosmopolitannya Jakarta. ini seperti bukan di
Inonesia lagi, aku seperti terlempar jauh ke gedung yang berkonstruksi sangat cosmopolitan. Ragu,
gugup, takjub. Tempat ini keren tapi sekaligus membuat aku merasa asing.
Dan akhirnya aku masuk kedalam bioskop setelah menanda-tangani absen di
buku tamu. Film sudah dimulai, telat semenit aku pasti ketinggalan satu
adegan.
Aku mencari tempat duduk yang sesuai nomor urutan di tiket masuk yang aku genggam, Semua terisi penuh, orang-orang
yang kutanyai pasti menjawab "maaf, kursi ini sudah ada yang tempati", Tradisi di dalam
bioskop. Dan salah satu orang yang kutanyai tadi ternyata seorang
aktor, tapi lupa namanya. Kami sempat salaman, padahal.
Akhirnya aku menemukan tempat yang aku banget, di
tengah. Duduk di tengah itu membuatku nyaman. Aku merasa seimbang. Dan aku selamat, aman. Ternyata mataku
sudah semakin parah, buktinya teks dilayar di depan mata itu tidak bisa
kubaca lagi.. Durasi membawa aku kepengahayatan atas kisah dalam film
itu. Lucu dan takjub. ternyata baru aku sadari keunikan dari menonton
film yang masih ditayangkan secara premier. Seru. di banding nonton setelah booming atau nunggu sampai di tanyangin di Tv atau di Upload di Youtube. Tapi ketika aku tiba
disatu adegan saat dia, hadir nyata di depan mataku, aku makin takjub,
inilah teman baruku, dia berperan sebagai Sunny, ternyata.
"ollyne.." Aku menyebut namanya dengan bangga.
Tapi ketahuilah kawan, ada magnet disebelahku, magnet itu besar dan mempunyai pendengaran yang tajam.
"siapa tadi cewek putih itu, yang tadi namanya kamu sebut?" tanya sang magnet.
"ollyne, namanya ollyne." jawabku.
"ollyne? ini dia disamping saya.." sang magnet itu membuat kejutan disekujur tubuhku.
Kenapa? Wah! Aku seperti kesetrum. Aku melayang.
"astaga, ollyne?!" aku masih terkejut. "apa kabar? aku Etzart, lupa ya,
yang dimatraman, gramed matraman kemarin.." Aku berusaha meyakinkannya.
"ii..iya.."jawabnya ragu sambil menggali ingatannya. "iya ingat.."
"selamat ya..semoga Film kalian makin sukses.."
Dan kami kembali terjun dalam penghayatan.
"anaknya ya.. om?" tanyaku pada sang magnet. Dalam satu kesempatan.
"iya.."jawabnya. lalu aku menoleh kearahnya, dia sibuk dalam penghayannya. dan seperti menangis.
Ya, ternyata kami dipertemukan kembali, dan aku hanya berjarak satu
sekatan kursi dari dirinya, dan sang magnet yang membuatku tertarik,
melekat, dan melayang itu ternyata ayahnya. Sungguh tak pernah kuduga, mungkin Allah sudah mengaturnya.
Sedetik. Sepuluh menit, Setengah jam, aku sampai di adegan yang membuat
air mataku jatuh, meski jujur aku berusaha tersenyum, tersenyum karena
malu.. kok cowok menangis gara-gara film? ahk, aku menarik nafas
panjang. Kemudian melepasnya perlahan. Entah mengapa? kisa ini memang membuatku terharu, mengharu biru. atau mungkin karena sering begadang, aku jadi gampang mengeluarkan air mata? begadang itu bisa bikin cengeng ternyata, atau bahkan jadi pemarah, atau whatever-lah. kalian coba saja sendiri. begadang selama lima bulan berturut-turut.Aku akui, aku seperti tidak sehat, tapi demi project Novelku, aku rela berteman dengan malam. Memproduksi Imajinasi.
Adegan berikutnya, saat sang
Chun-Chun(Morgan Oey) mengucap 2 kalimat syahdat, jujur air mata ini
gak munafik seperti senyumku, dia mengalir lepas meski aku berusaha
baik-baik saja. Bahkan sampai di adegan terakhir saat Ashima (Revalina S
Temat ) a.k.a Asmara dinikahi si Chun-Chun.. aku benar-benar terharu.
Film selesai, kami lanjut ngobrol, bahkan foto bareng..
"lu penulis lagu juga?" tanyanya.
"iya, tapi gak sampe rekaman kayak lu.." jawabku "sukses ya film buat
kalian, salut deh..hebat! oya.. gua udah kirim naskah novel gua #BungadiTepiJurang kemarin, tapi ke penerbit indie hehhe.."
"self publshing..mantap..mantap..sukses ya.." ucapnya, mata sipitnya seperti bercahaya, tulus, cuek, cepat dan aku terpesona.
Kemudian kami keluar bersama..bersama ayahnya juga..aku dan ayahya cukup akrab..kala itu, bahkan...
"itu siapa yang jadi dewa, yang punya anak tadi..?" tanya sang magnet.
"o,..itu kak Ibnu Jamil namanya.." kataku.
"kalo anaknya haji Rhoma Irama itu, siapa.. lagi ?"
"o..Ridho Rhoma.."
"kamu udah punya pin BBnya ollyne?"
"belum.."
"kalo gitu, kamu fotoin ya saya sama Ibnu Jamil sama Ridho juga,,nanti kamu saya kasi pin BBnya.."
Dalam hati aku berkata, "om, aku tidak mau kalo bukan dia yang kasi sendiri!"
Kemudian aku membisik ke telinga kak Ibnu Jamil. Bahwa ayahnya Olyne mau
berfoto bareng. Jawabya iya, tapi sebentar karena ini masih wawancara.
Selesai dari situ, semua batal. Aku sibuk motret sana-sini, atau berfoto
sama bunda Asma Nadia, Sang Penulis yang membuat air mataku takluk
didalam salah satu kisahnya, sepuluh menit yang lalu.
Aku
kembali sibuk melihat keramaian itu, ada para wartawan, dan para pemeran
film yang tadi kutonton. Beberapa pemeran lainnya, Laudya Sintya Bella,
Cinthia Ramlan. Dan semua terasa asing, rame, tapi aku harus terbiasa.
Ollyne dan aku terpisah tanpa ada kata pamit. Tidak seperti saat kami
bertemu tuk pertama kali di Gramedia Matraman. Lalu aku pulang dengan
membawa goody bag di tangan kiriku. Saat di busway, aku baru sadar
isinya bersifat feminin, alias punya cewek. Dari maskara, entah apa
namanya, kalender bergambar cewek, dan lain-lain. Dan aku menentengnya
dengan 'pede' sepajang jalan, tadi.
Kesialan menghampiri, saat di
halte dimana aku harus turun, tapi aku telat semenit sampai akhirnya
harus turun di halte berikutnya, yang nyatanya tidak bisa dan bukan
tempat arah balik ke halte yang tadi, artinya aku harus naik satu halte
lagi, dihalte yang dimaksud, nunggu lama. Dan aku putuskan keluarkan
jurus terakhir, bertanya. Yang ditanya menjawab "udah tutup!"
Akhirnya aku putuskan kaluar halte dan menunggu angkot, menunggu,
menunggu, busway yang tadi kutunggui lewat. Dalam hati aku memaki orag
tadi. Anjing Tanah! angkot datang akupun bisa pulang kerumah. Tidak
apa-apa sial sedikit, menurutku, kisahku malam tadi adalah cerita atau
pengaamanku yang sangat unik. Dipertemukan dengan treman baikku. Ollyne
Apple, yang awalnya namanya kusangka Oshin saat pertama kenalan.
kelak kisah ini akan menjadi bagian dari halaman di novel #SANGPERANTAU ku.
oya, Temans..jangan lupa nonton ya .. film #Assalamualaikum
30 desember 2014 ini, saksikan akting teman baik aku: Sunny/OllyneApple.
dan, mau tau tanggapan aku tentang film #assalamulaikumBeijing ini? ini dia..
ROMANTIS, PUITIS, AGAMAIS, ETIS DAN PASTINYA BISA BIKIN KAMU NANGIS!
SO DON'T MISS IT! GUY'S







Tidak ada komentar:
Posting Komentar